Saturday, June 7, 2014

Komunitas Pengangguran Di Indonesia

Jumlah pengangguran di Indonesia sudah mencapai angka yang mangkhawatirkan, di karenakan jumlahnya yang setiap tahun semakin bertambah jumlahnya. Namun begitu, pengangguran di Indonesia bukanlah pengangguran yang tanpa keahlian. Dalam bidang fashion misalnya, banyak sekali orang-orang yang memiliki keahlian menjahit kemudian lebih memilih untuk menjadi pengangguran. 


Itu di sebabkan karena upah untuk seorang penjahit di rasakan tidak bisa mencukupi kebutuhan sehari-hari mereka, atau bisa di katakan tidak layak karena begitu murahnya. Salah satu contoh misalnya, ada teman saya yang menjahit pakaian muslim hanya di bayar Rp.7.000,- untuk satu setel pakaian. Di jaman sekarang ini, dengan harga kebutuhan hidup yang semakin melambung tinggi, dengan keahlian yang dia miliki, sangatlah tidak pantas di berikan harga sekian. Sungguh fenomena yang aneh tapi nyata. Namun itulah yang terjadi di tengah-tangah masyarakat kita. 

Lalu bagaimana kita menyikapinya? Inilah yang kemudian menjadi PR besar bagi kita semua. Apa bisa ini di carikan jalan keluar? Bukan itu pertanyaan sesungguhnya, tapi pertanyaan sesungguhnya adalah apakah kita mau mencari solusi untuk permasalahan masyarakat yang terjadi ini. Dan ini hanyalah satu bidang, bahkan masih banyak lagi hal-hal yang membuat kita terpaksa berfikir bagaimana caranya menyikapi permasalahan-permasalahan yang sering terlihat tidak masuk akal yang terjadi di sekitar kita ini.